Reading
Add Comment
Adapun aturan perhitungan adalah dengan menjumlah Nilai Hari dan Nilai Pasaran.
Setelah di jumlahkan maka hasil perjumlahan tersebut kemudian di bagi dengan pembagian 4.sisa dari pembagian tersebut yang di gunakan untuk menentukan katagori seseorang yang pergi.jika dalam perhitungan tidak memiliki sisa,maka dalam perhitungan tersebut dianggap bersisa 4.adapun katagori-katagori tersebut seperti penjelasan di bawah ini.
Berikut ini perhitungan weton atau neptu
1. Ahad atau Minggu neptunya 5
2. Senin neptunya 4
3. Selasa neptunya 3
4. Rabu neptunya 7
5. Kamis neptunya 8
6 Jumat neptunya 6
7. Sabtu neptunya 9
1. Kliwon neptunya 8
2. Legi neptunya 5
3. Pon neptunya 7
4. Paing neptunya 9
5. Wage neptunya 4
Untuk bulan berdasarkan penanggalan Jawa
1. Suro neptunya 7
2. Sapar neptunya 2
3. Rabiulawal neptunya 3
4. Rabiulakhir neptunya 5
5. Jumadilawal neptuny 6
6. Jumadilakhir neptunya 1
7. Rejeb neptunya 2
8. Ruwah neptunya 4
9. Puasa neptunya 5
10 . Sawal neptunya 7
11. Dulkaida neptunya 1
12. Besar neptunya 3
Untuk tahun berdasarkan kalender Jawa
1. Alip neptunya 1
2. Ehe neptunya 5
3. Jimawal neptunya 3
4. Je neptunya 7
5. Dal neptunya 4
6. Be neptunya 2
7 Wawu neptunya 6
8. Jimakir neptunya 3
JIKA SISA:
1
Sisa 1.maka di perkirakan orang yang kabur itu menuju arah timur.
2
Sisa 2.menuju arah barat.
3
Sisa 3.menuju arah utara.
4
Sisa 4.menuju arah selatan.
CONTOH:
Misalkan parjok kabur tanpa pamit di ketahui Kaburnya pada
hari rabu legi.(7 + 5 = 12 ) hasilnya 12 kemudian di bagi 4.maka tidak
memiliki sisa.dan seperti aturan yang telah di jelaskan
0 comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan baik dan sopan